PROFIL YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-GHOUTS
A. IDENTITAS YAYASAN
Nama Yayasan:
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts
Nama Awal Lembaga:
Majelis Ta'lim dan Zikir Al-Ghouts
Tanggal Berdiri:
1 Muharram 1439 H
Pendiri/Pimpinan:
Ustadz Ahmad Saepul Bahri, M.Pd.
Pendamping/Penggerak:
Ustazah Latifah Nasruddin
Bidang:
Dakwah Islamiyah, Pendidikan Keagamaan, Pembinaan Umat, Majelis Ta'lim, Madrasah Diniyah dan Pesantren.
Paham Keagamaan:
Islam Ahlussunnah wal Jama'ah.
B. SEJARAH BERDIRINYA
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts pada awalnya merupakan sebuah gerakan dakwah dan pembinaan keagamaan yang lahir dari sebuah majelis sederhana bernama Majelis Ta'lim dan Zikir Al-Ghouts.
Lembaga ini mulai terbentuk pada 1 Muharram 1439 H, dipimpin oleh Ustadz Ahmad Saepul Bahri, M.Pd. bersama Ustazah Latifah Nasruddin.
Nama “Al-Ghouts” memiliki sejarah dan makna khusus. Nama tersebut diberikan oleh guru yang sangat dihormati, almarhum KH. Narullah. Pada saat itu, beliau sedang senang membaca Hizib Hirzul Jausyan. Dalam rangka mencari nama yang memiliki makna dan doa yang baik bagi perjuangan dakwah, beliau kemudian melakukan istikharah.
Melalui proses tersebut, lahirlah nama “Al-Ghouts” yang kemudian digunakan sebagai nama majelis.
Kata Al-Ghouts (الغوث) memiliki makna yang berkaitan dengan pertolongan, bantuan dan permohonan pertolongan. Nama ini diharapkan menjadi doa agar setiap aktivitas dakwah dan pendidikan yang dijalankan senantiasa mendapatkan pertolongan, keberkahan dan ridha Allah SWT.
Sejak awal berdirinya, Al-Ghouts memiliki semangat untuk menjadi wadah dakwah Islamiyah, pendidikan, pembinaan akhlak dan penguatan kehidupan keagamaan masyarakat.
C. PERKEMBANGAN AL-GHOUTS
Dalam perjalanannya, Al-Ghouts tidak berhenti sebagai majelis zikir dan pengajian orang dewasa. Kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan agama yang lebih luas mendorong berkembangnya berbagai kegiatan pendidikan.
1. Majelis Ta'lim dan Zikir Al-Ghouts
Tahap awal perjuangan Al-Ghouts berfokus pada:
a. Pengajian keislaman.
b. Pembacaan zikir.
c. Pembacaan maulid Nabi Muhammad SAW.
d. Pembacaan shalawat.
c. Pengajian kitab.
e. Pembinaan masyarakat.
f. Kegiatan dakwah Islamiyah.
Majelis menjadi tempat berkumpulnya masyarakat untuk menuntut ilmu, berzikir, bershalawat dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
2. Pengajian Anak-Anak
Seiring berkembangnya kegiatan, muncul kebutuhan masyarakat untuk memberikan pendidikan agama kepada anak-anak.
Al-Ghouts kemudian mengembangkan kegiatan pengajian anak-anak, dengan materi dasar keislaman seperti: Al-Qur'an, Tajwid, Fikih dasar, Akidah, Akhlak, Doa-doa sehari-hari, Praktik ibadah, Sejarah Nabi dan para ulama.
Kegiatan tersebut kemudian berkembang menjadi pendidikan yang lebih terstruktur dan akhirnya menjadi Madrasah Diniyah.
D. LAHIRNYA MAJELIS TA'LIM UMMAHAT AL-GHOUTS
Perkembangan Al-Ghouts kemudian semakin luas dengan adanya kegiatan pembelajaran shalawat Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan tersebut pada awalnya berupa pengajian dan pembelajaran shalawat. Karena semakin banyak kaum ibu yang mengikuti dan membutuhkan wadah khusus untuk belajar agama, kegiatan tersebut berkembang menjadi Majelis Ta'lim Ummahat Al-Ghouts.
Majelis ini menjadi wadah pembinaan keagamaan bagi kaum perempuan melalui kegiatan seperti: Pengajian, Tahsin Al-Qur'an, Pembelajaran ilmu agama, Pembacaan shalawat, Maulid Nabi Muhammad SAW, Tahlil dan zikir, Pembinaan akhlak, Pengajian kitab, Silaturahmi dan ukhuwah.
Dengan demikian, Al-Ghouts mulai memiliki pembinaan keagamaan yang mencakup anak-anak, kaum ibu dan masyarakat umum.
E. PERKEMBANGAN MENUJU PONDOK PESANTREN
Melihat semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan Islam yang lebih mendalam, Al-Ghouts kemudian terus melebarkan sayap perjuangannya dengan membentuk pondok pesantren.
Pondok pesantren Al-Ghouts diarahkan sebagai lembaga pendidikan yang menyediakan pembelajaran agama Islam secara lebih sistematis dan berkesinambungan.
Salah satu fokus utama pesantren adalah kajian kitab-kitab para ulama, khususnya karya-karya ulama yang menjadi rujukan dalam tradisi keilmuan Islam.
Materi pendidikan diarahkan pada beberapa bidang, antara lain: Al-Qur'an dan Ulumul Qur'an, Hadis, Ilmu Tauhid/Akidah, Fikih, Ushul Fikih, Akhlak dan Tasawuf, Nahwu, Sharaf, Bahasa Arab, Sejarah Islam, Sirah Nabi Muhammad SAW, Pembacaan dan pemahaman kitab-kitab ulama, Praktik ibadah, Pembentukan karakter dan akhlakul karimah.
Dengan berdirinya pesantren, Al-Ghouts diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengajian, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, dakwah dan kaderisasi generasi Islam.
F. VISI
“Menjadi lembaga pendidikan dan dakwah Islam yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah serta berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah, dalam membentuk generasi yang berilmu, beriman, berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi umat.”
G. MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan Islam yang berkesinambungan bagi anak-anak, remaja, dewasa dan masyarakat.
2. Menyelenggarakan dakwah Islamiyah melalui majelis ta'lim, pengajian, zikir, shalawat, kajian kitab dan kegiatan keagamaan lainnya.
3. Menyelenggarakan pendidikan Madrasah Diniyah sebagai sarana pembentukan dasar keilmuan dan karakter keislaman anak.
4. Mengembangkan pendidikan pesantren yang berorientasi pada penguasaan ilmu agama dan kajian kitab-kitab ulama.
5. Menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jama'ah kepada peserta didik dan masyarakat.
6. Membentuk generasi yang berakhlakul karimah, santun, beradab dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
7. Membudayakan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembelajaran sirah, shalawat dan maulid Nabi.
8. Membina kaum perempuan melalui kegiatan Majelis Ta'lim Ummahat Al-Ghouts.
9. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia umat melalui pendidikan, dakwah dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
10. Membangun ukhuwah Islamiyah dan mempererat hubungan antara ulama, guru, santri, jamaah dan masyarakat.
H. NILAI-NILAI DASAR
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts berupaya menjadikan beberapa nilai berikut sebagai landasan perjuangan:
1. Ilmu
Menjadikan ilmu agama sebagai dasar dalam menjalani kehidupan.
2. Iman
Menanamkan keyakinan yang kuat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.
3. Amal
Mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari.
4. Akhlak
Mengedepankan adab dan akhlakul karimah.
5. Dakwah
Mengajak kepada kebaikan dengan cara yang bijaksana.
6. Ukhuwah
Membangun persaudaraan dan kebersamaan umat Islam.
7. Khidmah
Menjadikan pelayanan kepada agama dan masyarakat sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.
I. LEMBAGA DAN UNIT PENDIDIKAN
Dalam perkembangannya, Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts menaungi dan mengembangkan beberapa bentuk kegiatan pendidikan dan dakwah, antara lain:
1. Majelis Ta'lim dan Zikir Al-Ghouts
Wadah pengajian dan pembinaan keagamaan masyarakat umum.
2. Madrasah Diniyah Al-Ghouts
Lembaga pendidikan keagamaan bagi anak-anak untuk mempelajari dasar-dasar ilmu agama Islam.
3. Majelis Ta'lim Ummahat Al-Ghouts
Wadah pendidikan dan pembinaan keagamaan bagi kaum perempuan.
4. Pondok Pesantren Al-Ghouts
Lembaga pendidikan Islam yang diarahkan untuk pembelajaran agama secara lebih mendalam dengan kajian kitab-kitab ulama.
5. Kegiatan Dakwah dan Sosial
Berbagai kegiatan yang berkaitan dengan dakwah, sosial, kemasyarakatan, santunan dan pelayanan umat.
J. MOTTO
“Berilmu, Beramal, Berakhlak, dan Berkhidmah.”
Atau sebagai slogan kelembagaan:
“Dari Majelis, Menebar Ilmu; Dari Ilmu, Melahirkan Amal; Dari Amal, Menguatkan Umat.”
K. ARAH PENGEMBANGAN
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts memiliki cita-cita untuk terus berkembang menjadi sebuah pusat pendidikan dan dakwah Islam yang mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat.
Pengembangan diarahkan pada terbentuknya sebuah ekosistem pendidikan Islam yang menyeluruh, mulai dari:
Anak-anak → Madrasah Diniyah → Remaja → Majelis Ta'lim → Pesantren → Kaderisasi Ulama dan Dai.
Dengan demikian, Al-Ghouts diharapkan dapat menjadi tempat masyarakat untuk belajar agama, memperbaiki ibadah, membangun akhlak, memperkuat ukhuwah dan mengembangkan potensi generasi penerus umat.
L. HARAPAN DAN CITA-CITA
Berdirinya Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts bukan semata-mata untuk membangun sebuah lembaga, melainkan merupakan ikhtiar untuk melanjutkan perjuangan dakwah dan pendidikan Islam.
Al-Ghouts diharapkan dapat menjadi rumah ilmu bagi umat, tempat anak-anak mengenal Al-Qur'an, tempat para ibu memperdalam ilmu agama, tempat para santri mempelajari kitab-kitab ulama, serta tempat masyarakat memperkuat iman, ibadah dan akhlaknya.
Semoga setiap langkah yang dilakukan menjadi amal jariyah, memberikan manfaat bagi umat dan menjadi bagian dari perjuangan menegakkan syiar Islam.
“Semoga Al-Ghouts senantiasa mendapatkan pertolongan, keberkahan dan ridha Allah SWT, serta mampu melahirkan generasi yang alim, saleh, berakhlakul karimah dan bermanfaat bagi agama, bangsa dan masyarakat.”
Yayasan Pendidikan Islam Al-Ghouts
Khidmah dalam Ilmu, Dakwah dan Pendidikan Islam